Untukmu yang sedang Berbahagia, Kawan
Hay kawan, masih ingatkah denganku? ah, barangkali itu adalah pertanyaan paling bodoh yang akan terucap dari mulut kita walaupun kita sudah tak berjumpa 50 tahun lamanya karena memory yang sudah terekam dimasa lampau sudah terlalu paten untuk melupakan sebuah pertemanan.
mari sejenak menengok kebelakang kawan, di jaman "pikiran cupet" kita dulu, walau itu tentu tak seperti cerita dalam novel laskar pelangi yang begitu menyentuh.
tak saling kenal awalnya ketika dua anak ingusan berdasi kupu-kupu itu duduk bersebelahan. tak ada perkenalan kecuali karena terbiasa mendengar namamu disebut oleh guru taman kanak2 kita dulu, dari saat itu hampir tiap pagi kita selalu berangkat ke sekolah bersamaan.
kau tentu masih ingat bukan? saat berseragam putih merah nyaris hanya kita berdua yang berpacu dalam peringkat teratas? tp mungkin untuk hal ini kau perlu angkat topi untukku karena diraport itu mungkin lebih banyak angka satu yang berada diraportku daripada raportmu 😀😀
tapi itu semua berasa impas karena saat berseragam putih biru kuda pacumu lebih depan daripada kudaku.😅😅
kawan, mungkin sekelumit itu saja yang bisa kita banggakan, karena selebihnya adalah kekonyolan masa remaja yang begitu menggelikan.
pada suatu waktu entah siapa yang memulai, bersama kawan lain kita sengaja berangkat sekolah tapi tak sampai disekolah "menggok neng dalan" begitu bahasa sederhananya sampai2 guru yang memang tetangga kita sendiri itu datang kerumah kita masing2 memberi kabar yang sedikit dilebih2kan dan hasilnya adalah makian orang rumah yang begitu terasa panas ditelinga.
Juga tentang kita dan segerombol kawan yang tak seberapa jumlahnya itu berani beradu fisik dengan anak desa sebelah dimana jumlah mereka jelas jauh lebih banyak dari kubu kita adalah cerita konyol lain yang patut kita tertawakan saat ini.
Kau tak lupa bukan? Semasa smp siapa yang kau rayu untuk memberikan gratisan telfonnya
Untuk kau jadikan alat ngobrolmu dengan pacar waktu smpmu yang sekarang sudah jelas bukanlah calon pendampingmu?
Walaupun dimasa putih abu-abu kita sudah tak bersama-sama lagi bukan hanya beda sekolah tapi juga berbeda kota, dan karena itu kita pula kita jarang bertemu.
Tapi itu sama sekali tak membuat pertemanan yang sudah terjalin menjadi berubah. Justru disaat ada kesempatan untuk sekedar "ngopi bareng" disitulah ada sharing yang begitu menarik.
Kawan, Kalo ada orang yang begitu tau soal perjalanan asmaraku yang begitu payah ini rasanya hanya kau orangnya bahkan sampai begitu mendetail. sialnya kenapa juga kau harus tau tentang orang yang sampai saat ini masih begitu kuharapkan. Dan itu menjadi bahan olokanmu saat kita berbicara soal wanita. Sial bukan?
Tentu apa yang kutulis diatas hanya sebagian kecil dari cerita masa remaja yang begitu konyol kawan. Dan tak terasa waktu begitu cepat berlalu kita bukan lagi bocah yang dulu sering "mangan gorengan 8 ngomonge 3" lagi kawan.
Bahkan hari ini kau sudah berevolusi, kau sudah melepas masa lajangmu kawan.
Selamat kapten, kau sudah menemukan pelengkap tulang rusukmu.
Semoga istrimu mampu melunakkan kau yang begitu keras kepala .
Semoga kau dan istrimu menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah. Amin
Salam, dari kawanmu
Riky bantara putra (Ucup)
0 komentar: