Teruntuk dik Intan Olivia Marbun di Surga

09.25.00 0 Comments


dik intan, seandainya saja peristiwa ini tak terjadi barangkali beberapa tahun lagi kamu akan merasakan berkumpul bersama teman-teman disebuah taman kanak-kanak dengan seragam yang sama lalu bernyanyi, bercerita, menggambar, latihan menulis, latihan menggambar bersama seorang guru yang sabar.

dik, tak perlu rasanya kakak menanyakan kabarmu disana? tentu kini kamu sudah jauh lebih bahagia disana :) walapun kakak tahu pasti kedua orang tua dik intan dan semua saudaramu juga membuatmu bahagia didunia, tapi rasanya Tuhan lebih menyayangimu sehingga ketika di dunia ini orang-orang banyak yang begitu bangganya pada kebencian-kebencian terhadap perbedaan maka Tuhan memilih untuk menjemputmu.

dik, bukankah sekarang Tuhan sudah memberi tahumu jika Dia akan membalas kekejaman mereka yang begitu kejam padamu? karena mungkin kamu belum mengerti ketika didunia tentang pembalasan Tuhan kepada setiap kebencian dan kekejaman, kamu masih terlalu kecil untuk paham akan hal itu.

dan mungkin kamu pasti akan tersenyum, jika sampai hari ini ketika nyawamu telah terenggut oleh sebuah kekejaman, tapi mereka yang masih suka menebar kebencian itu bilang "ah itu hanya untuk pegalihan isu belaka". lucu bukan dik? kalaupun itu memang hanya untuk pegalihan isu rasanya bukankah lebih baik jika kita berbaik sangka, ya dik intan ya?

dik, mungkin saat ini kamu sudah memafkan orang yang telah merenggut nyawamu. karena dik intan tahu jikalau menghakimi bukanlah tugasmu, sudah ada pak hakim yang memberinya hukuman didunia dan diakhirat sudah ada Tuhan dengan segala kuasanya. jadi barangkali tugasnmu hanya memaafkan dan mendoakan agar dia menyadari apa yang dia lakukan itu adalah hal yang salah.

dan tentang orang-orang yang menyayangimu itu, kedua orang tuamu, saudara-saudaramu tentu kini sangat bersedih, bukan karena kamu pergi kesurga. tetapi mereka bersedih karena tak seharusnya dik intan tak pergi dengan cara yang begitu keji.


teruntuk dik intan disurga, iya benar dik orang yang kejam itu barangkali satu agama dengan kakak, tapi percayalah dik setahu kakak tak pernah diagama kakak diajarkan hal yang seperti itu.jangankan untuk hal yang begitu kejam itu, untuk sesuatu perkataan yang menyakiti perasaan orang lainpun tak boleh. dan diagamamu barangkali juga sama dik intan.

mungkin hanya itu yang dapat kutulis untukmu dik Intan Olivia Marbun di Surga.


Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 komentar:

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net